Edisi 26 Oktober 2026Jalanan Indonesia, apa adanya.
← Laju OtomotifListrik

Etika di stasiun pengisian umum: selesai mengisi, segera pindahkan kendaraan

Titik pengisian umum masih terbatas, jadi kebiasaan kecil menentukan nyaman tidaknya semua orang.

Etika di stasiun pengisian umum: selesai mengisi, segera pindahkan kendaraan

Minggu lalu saya menunggu hampir satu jam di satu titik pengisian umum, bukan karena antrean panjang, tetapi karena mobil di depan sudah penuh dan pemiliknya entah di mana. Cerita seperti ini makin sering saya dengar dari pembaca, jadi rasanya perlu ditulis: etika di tempat pengisian umum sebenarnya sederhana, tetapi belum menjadi kebiasaan.

Aturan pertama dan paling penting: begitu pengisian selesai, pindahkan kendaraan. Titik pengisian bukan tempat parkir. Kalau Anda perlu meninggalkan kendaraan untuk makan atau urusan lain, perkirakan waktunya dan kembalilah sebelum selesai. Sebagian aplikasi memberi notifikasi saat pengisian hampir tuntas; nyalakan fitur itu.

Kedua, jangan mencabut kabel kendaraan orang lain, apa pun alasannya. Walaupun terlihat sudah penuh, Anda tidak tahu kondisinya, dan mencabut kabel di tengah proses bisa mengacaukan sesi pengisian orang itu. Kalau terpaksa menunggu, cara paling sopan adalah meninggalkan catatan kecil di kaca atau menghubungi nomor yang kadang ditempel pemilik di dasbor.

Tiga kebiasaan yang membuat antrean lebih tertib

Pertama, isi secukupnya. Di titik umum yang ramai, pengisian dari tingkat tinggi menuju penuh biasanya berjalan lebih lambat, dan Anda memakai slot lebih lama untuk tambahan yang kecil. Kalau jarak ke tujuan atau ke rumah sudah cukup, lepas kabel dan beri kesempatan orang lain.

Kedua, rapikan kabel setelah selesai. Kabel yang dibiarkan tergeletak di lantai bisa terlindas, dan konektor yang jatuh ke genangan di musim hujan bukan benda yang ingin dipegang siapa pun.

Ketiga, kalau titik pengisian rusak, laporkan lewat aplikasi atau ke pengelola lokasi, bukan hanya pergi. Orang berikutnya yang datang dengan baterai tipis akan berterima kasih. Saya sendiri mulai membiasakan tiga hal ini, dan jujur saja, rasanya lebih tenang ketika tahu bahwa orang lain melakukannya juga.

PD
Pandu DewantoPandu Dewanto yang memulai Laju Otomotif pada 2024 dan menulis dua artikel pertamanya, lalu berhenti menulis pada 2025. Dari dia situs ini mewarisi satu aturan: kalau tidak berani bilang jelek, jangan nulis ulasan.