Edisi 26 Oktober 2026Jalanan Indonesia, apa adanya.
← Laju OtomotifMotor

Genangan di jalan: cara membaca kedalamannya dari atas motor, dan yang harus dilakukan jika mesin mati di air

Keputusan yang tepat diambil sebelum roda depan menyentuh air.

Genangan di jalan: cara membaca kedalamannya dari atas motor, dan yang harus dilakukan jika mesin mati di air

Musim hujan sudah datang, dan bersamanya pertanyaan yang setiap tahun kembali: genangan ini bisa dilewati atau tidak? Kesalahan paling umum bukan soal teknik melewati air, melainkan soal keputusan untuk masuk. Ini cara membaca genangan sebelum memutuskan, dan apa yang dilakukan jika keputusannya ternyata salah.

Membaca sebelum masuk

Baca juga: Setelah perjalanan jauh: bagian motor yang perlu diperiksa sebelum kembali ke rutinitas harian

Berhenti dulu. Terdengar sepele, tetapi kebanyakan orang masuk ke genangan karena motor di depannya masuk. Motor di depan bisa lebih tinggi, pengendaranya bisa lebih nekat, dan Anda tidak tahu apakah ia sampai di seberang dengan mesin masih hidup.

Cari patokan ketinggian: trotoar yang tenggelam, ban kendaraan yang sedang lewat, atau pejalan kaki yang menyeberang. Patokan paling berguna adalah kendaraan yang sejenis dengan Anda. Kalau air sudah mencapai setengah roda motor sejenis, lubang masuk udara dan knalpot Anda sudah berada di zona bahaya. Perhatikan juga permukaan air: riak yang bergerak ke satu arah menandakan arus, dan arus di jalan yang tergenang bisa menyembunyikan lubang atau tutup saluran yang terbuka.

Jika memutuskan masuk, pilih bagian yang paling dangkal, biasanya di tengah jalan yang lebih tinggi daripada tepinya, jalankan motor pelan dengan gas yang stabil, dan jangan berhenti di tengah. Kaki tetap di pijakan; menurunkan kaki ke air yang bergerak membuat keseimbangan hilang.

Jika mesin mati di dalam air

Aturan pertama dan paling penting: jangan coba menyalakan mesin lagi. Mesin yang mati di air kemungkinan sudah kemasukan air lewat saluran udara atau knalpot, dan memaksanya menyala bisa mengubah masalah kecil menjadi kerusakan besar di dalam mesin. Dorong motor ke tempat kering.

Setelah di tempat kering, buka kotak filter udara dan periksa apakah elemen filternya basah. Jika basah, jangan pasang kembali. Periksa oli lewat kaca atau tongkat ukur: oli yang berubah keruh seperti kopi susu berarti air sudah masuk ke dalam mesin, dan motor harus dibawa ke bengkel tanpa dinyalakan. Periksa juga busi; busi yang basah berarti air masuk ke ruang bakar.

Kalau filter kering, oli jernih, dan busi kering, kemungkinan mesin mati karena sistem kelistrikan yang basah. Biarkan mengering, lap bagian busi dan sambungan kabel yang terjangkau, baru coba nyalakan. Kalau masih ragu, repotnya mendorong motor ke bengkel selalu lebih kecil daripada repotnya memperbaiki mesin yang dipaksa hidup. Keputusan terbaik di musim hujan sering kali adalah berputar mencari jalan lain.

IL
Intan LarasatiIntan Larasati nulis sejak 2025, satu topik satu tulisan: listrik, mobil, motor, perawatan. Dia yang paling cerewet soal label 'belum kami uji' dan pernah menahan satu artikel tiga minggu karena itu.